Senin, 02 Maret 2009

Transfer Gagal : Robbie Keane


Robbie Keane bermain impresif bersama Tottenham Hotspurs (dari tahun 2002-2008). Keane mencetak banyak gol saat bermain dengan Tottenham Hotspurs. Keane juga termasuk salah satu dari sekian pemain yang sudah mencetak 100 gol di Premier League. Keane membantu Tottenham Hotspurs meraih Carling Cup setelah mengalahkan Chelsea di final. Ketajaman Keane menarik minat salah satu klub papan atas di Premier League, Liverpool. Tawaran sebesar 20,3 juta Poundsterling diterima Tottenham, Keane dilepas ke Anfield, markas Liverpool. Namun di Liverpool, ketajaman Keane seperti menghilang. Jumlah golnya yang sedikit dianggap tidak sebanding dengan harga yang harus ditebus Liverpool saat memboyongnya dari Tottenham. Pada akhirnya Keane dilego kembali ke klub lamanya, Tottenham, dengan harga 12 juta Poundsterling. Robbie Keane hanya bertahan selama 6 bulan di Anfield, jauh dari awal perjanjian kontraknya dengan Liverpool, 4 tahun. Kini setelah kembali ke Tottenham, Keane didaulat menjadi kapten dan berharap bisa menuai sukses kembali bersama klub yang membesarkannya.

Sabtu, 28 Februari 2009

Transfer Gagal : Ricardo Quaresma


Dibeli mahal dari FC Porto, Quaresma tidak kunjung memperlihatkan penampilan terbaiknya. Pelatih Inter, Jose Mourinho pun tampaknya sudah tak sabar lagi dengan buruknya penampilan pemain yang memakai nomor punggung 77 di Inter tersebut. Menjelang detik-detik akhir transfer window Januari ditutup, Quaresma resmi dilepas oleh Inter ke Chelsea setelah sebelumnya diisukan akan dilepas ke Tottenham Hotspurs. Quaresma bergabung dengan Chelsea dengan status pinjaman dan akan bereuni dengan mantan pelatihnya di timnas Portugal, Luis Felipe Scolari. Quaresma hanya bertahan beberapa bulan di Inter, masa-masa paling buruk dialaminya selama di Inter. Suatu ketika Cristiano Ronaldo mendapat penghargaan Ballon D’Or atau pemain terbaik Eropa, Quaresma berujar, “Ronaldo pantas mendapatkannya, suatu hari saya akan mendapatkan gelar tersebut untuk diri saya sendiri”. Quaresma memang mendapatkan penghargaan beberapa waktu setelahnya, akan tetapi penghargaan Golden Bin atau “keranjang sampah emas” lah yang didapat Quaresma. Malang benar nasib Quaresma. Kini Quaresma sudah pindah klub dan berharap masa-masa buruknya di Inter tidak menghampirinya lagi.