Sabtu, 21 Maret 2009

True Story


Beberapa dekade lalu, saat Mr Lee senior masih menjadi PM Singapura, dinegara itu pernah terjadi hal yang sangat menghebohkan karena masalah keluarga.

Ada orang kaya di sana yang istrinya sudah lama meninggal.. Dia mempunyai seorang anak laki-laki. Dan setelah anak tersebut menikah, minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama. Dan ayahnyapun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya di apartemennya yang luas dan mewah.

Ayahnya ini sangat mencintai anak tunggalnya, dan karena dia merasa sudah tua, maka dia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartemen yang mereka tinggali, diatas namakan ke anaknya itu.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa, suatu hari mereka bertengkar hebat, yang pada akhirnya, anaknya mengusir ayahnya keluar dari apartemen mereka.

Karena seluruh hartanya sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya dan terkenal di Singapura , tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, ada temannya waktu mau memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah anda Mr. X. Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan. Tetapi temannya curiga
dan yakin, bahwa Mr X itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka bersama-sama mendatangi si ayah.

Ada 1 sahabat karibnya yang langsung yakin bahwa pengemis itu adalah Mr X. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, dia menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya.
Maka, terjadilah kegemparan di sana , karena semua orang tua merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak berbudi itu.

Kegemparan ini akhirnya terdengar sampai ke PM Lee. PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu si ayah. Kedua orang tersebut dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan 'sangat
memalukan bahwa di Singapura ada anak pu thauw seperti mereka' .

Lalu PM Lee memanggil notaris dan saat itu jg surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik si ayah diatas namakan Mr X lagi. Lalu, anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke apartemen ayahnya.

Mr Lee ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orang tuanya dan menghargai para lansia. Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan dekarenait yaitu larangan kepada para orang tua utk tidak menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat dekrit lagi, yaitu memberi pekerjaan kepada para lansia.

Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi
angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun
bekerja.

Yaitu dengan cara, semua toilet di Changi Airport , mall, restaurant,
petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Kenapa mereka tidak diberi pekerjaan di kantor dsbnya? itu tidak mungkin! karena lansia itu bukan orang yang berpendidikan tinggi
dan sebagian besar adalah mantan ibu-ibu rumah tangga 100%. Dan juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tersebut dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua.

sumber : kaskus

Senin, 02 Maret 2009

Transfer Gagal : João Alves de Assis Silva


Jo adalah salah satu talenta muda tanah samba, Brazil. Saat masih membela CSKA Moskow, Jo mencetak 44 gol dari 77 penampilan. Di CSKA, Jo berduet dengan rekannya yang sesama Brazil, Vagner Love. Bakat Jo yang luar biasa, tercium sampai ke tanah Inggris. Klub dari kota Manchester, Manchester City kepincut dengan permainan Jo. Jo pun mendapat tawaran untuk bermain di Inggris bersama Manchester City. Akan tetapi, setelah pindah ke City, Jo tidak kunjung menemukan permainan terbaiknya. Dia hanya mampu mencetak 3 gol dari 13 pertandingannya bersama The Citizens, julukan Manchester City. Pada bulan Februari 2009, Jo akhirnya dipinjamkan ke Everton sampai akhir musim 2008-2009 berakhir. Jika bisa bermain secemerlang saat masih di CSKA, mungkin saja Everton akan mempermanenkan kontraknya atau bisa juga Manchester City menariknya kembali.

Transfer Gagal : Robbie Keane


Robbie Keane bermain impresif bersama Tottenham Hotspurs (dari tahun 2002-2008). Keane mencetak banyak gol saat bermain dengan Tottenham Hotspurs. Keane juga termasuk salah satu dari sekian pemain yang sudah mencetak 100 gol di Premier League. Keane membantu Tottenham Hotspurs meraih Carling Cup setelah mengalahkan Chelsea di final. Ketajaman Keane menarik minat salah satu klub papan atas di Premier League, Liverpool. Tawaran sebesar 20,3 juta Poundsterling diterima Tottenham, Keane dilepas ke Anfield, markas Liverpool. Namun di Liverpool, ketajaman Keane seperti menghilang. Jumlah golnya yang sedikit dianggap tidak sebanding dengan harga yang harus ditebus Liverpool saat memboyongnya dari Tottenham. Pada akhirnya Keane dilego kembali ke klub lamanya, Tottenham, dengan harga 12 juta Poundsterling. Robbie Keane hanya bertahan selama 6 bulan di Anfield, jauh dari awal perjanjian kontraknya dengan Liverpool, 4 tahun. Kini setelah kembali ke Tottenham, Keane didaulat menjadi kapten dan berharap bisa menuai sukses kembali bersama klub yang membesarkannya.